Pusat Informasi Berita Viral | Gaya Hidup | Life Hacking | Wisata | Download

SIMAK Tips Memulai Usaha UMKM Kuliner Anti Rugi ala Ketua Asosiasi UMKM Sumut

Kamu ingin memulai usaha atau bisnis UMKM kuliner tapi bingung mulai dari mana?

Nah, Tribun Medan merangkum tips memulai usaha UMKM Kuliner anti rugi ala Ketua Umum Asosiasi UMKM Sumut Ujiana Sianturi.

Dalam kesempatan ini, Ujiana Sianturi akan memberikan tips memulai bisnis atau usaha UMKM bagi pemula.

Tips bisnis atau usaha UMKM bagi pemula atau yang ingin memulai usaha, ia mengatakan bisnis warung kopi merupakan usaha yang paling direkomendasi saat ini.

Seperti halnya Ujiana, ia juga memilih bisnis Wakop menjadi usaha yang dikembangkannya.

Baca Juga : Ulang Tahun ke-65, Astra Bantu Desa Wisata Hariara Pohan Rp 400 Juta

“Mengapa saya memilih bisnis ini , sebagai rekomendasi untuk memulai usaha , karena fashion saya adalah di kopi, saya memulai usaha adalah dengan bisnis kopi kecil- kecil-an hingga bisa menjadi eksportir kopi, ” ujarnya.

Ia mengatakan warkop merupakan usaha mikro yang sering kita jumpai sampai ke sudut desa, mulai dari pinggir jalan sampai ke gang kecil hingga masuk mal.

Serta kebiasaaan ngopi sambil diskusi A sampai Z biasanya di Warkop sederhana sampai ke Coffee shop.

Dari mulai anak muda hingga dewasa , baik laki- laki atau perempuan , jadi tidak heran Warkop memiliki banyak peminat.

Selain fashion dan minat masyarakat luas, seperti yang kita tahu jika ingin terjun ke dunia usaha tidak terlepas dari dana atau permodalan.

Ujiana mengatakan, selain warung kopi memiliki banyak peminat, alasan lainnya juga karena modal usahanya yang kecil.

“Untuk memulai Warkop bisa dengan modal Rp 6 juta atau di bawahnya, jika sudah memiliki tempat usaha , setelah usaha berjalan bisa menggunakan tambahan modal dalam pengembangan usaha, ” imbuhnya.

Disebutnya, usaha Warkop ini sangat banyak diminat para milenial atau Startup .

Selain tips, Ujiana juga membagikan langkah-langkah UMKM agar sukses menjual produk di pasaran. Dimana saat ini, pasca covid-19, UMKM diperhadapkan dengan melek digital .

Sebelumnya diberitakan, Ujiana menyampaikan Kemenkop dan UKM telah mencatat sekitar 17,25 juta UMKM sudah terhubung dalam ekosistem digital termasuk lah di dalamnya UMKM Sumut .

Dan 2024 ditargetkan 30 juta UMKM Indonesia bisa terhubung kedalam Ekosistem digital tersebut .

Dengan terhubung nya UMKM tersebut, sehingga akan mempermudah UMKM untuk mencari akses pasar dan mendapatkan permodalan usaha/ pembiayaan dari perbankan dengan bunga KUR, tetapi harus melengkapi aspek legal nya seperti NIB.

Dikatakannya, pada bulan yang lalu , Asosiasi UMKM Sumut telah menandatangani kesepakatan kerja bersama Inamikro pusat yang terkoneksi dengan pendataan digital dan bank digital yaitu Bank Raya Indonesia yaitu transaksi dengan sistem digital .

“UMKM harus mampu menggunakan fasilitas digital tanpa banyak alasan yang tidak masuk akal , belajar ya jika ingin sukses, ” ungkapnya.